KONAWE — Kabupaten Konawe kembali menorehkan prestasi gemilang tingkat regional bahkan nasional dalam bidang ekonomi. Berdasarkan Berita Resmi Statistik (BRS) yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) pada 3 Agustus 2026, Kabupaten Konawe sukses mencatatkan tingkat inflasi tahun ke tahun (year-on-year/y-on-y) terendah di seluruh Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk periode Juli 2026, yakni hanya sebesar 1,49 persen.
Prestasi ini menempatkan Konawe jauh di bawah rata-rata inflasi tahunan Provinsi Sulawesi Tenggara yang berada di angka 3,43 persen, bahkan jauh lebih rendah dibandingkan dengan angka inflasi nasional sebesar 2,88 persen. Konawe berhasil mengungguli kota/kabupaten pantauan lainnya di Sultra seperti Kota Baubau (3,03 persen), Kota Kendari (3,82 persen), dan Kabupaten Kolaka yang mencatatkan inflasi tertinggi sebesar 4,57 persen.
Jika melihat tren sepanjang tahun 2026, stabilitas ekonomi di bawah kepemimpinan Bupati Konawe, H. Yusran Akbar, ST, menunjukkan performa yang luar biasa konsisten. Laju inflasi tahunan Konawe yang sempat menyentuh 3,79 persen pada Januari 2026 dan 3,57 persen pada Februari, berhasil ditekan secara konsisten hingga mencapai titik terendahnya di angka 1,49 persen pada Juli 2026.
Keberhasilan spektakuler ini tidak lepas dari konsistensi Pemkab Konawe dalam menerapkan kebijakan strategis yang menyentuh akar permasalahan inflasi di lapangan. Bupati Konawe, H. Yusran Akbar, ST, menyampaikan empat pilar strategi utama yang terbukti ampuh dalam menjaga stabilitas daya beli masyarakat:
Keberhasilan strategi Bupati Yusran dalam menjaga rantai pasok pangan tercermin nyata pada data BPS, di mana kelompok pengeluaran Makanan, Minuman, dan Tembakau justru mencatatkan deflasi tahunan (y-on-y) sebesar -0,65 persen dengan andil deflasi sebesar -0,29 persen pada Juli 2026. Hal ini membuktikan bahwa bahan pangan pokok di Konawe sangat melimpah dan harganya sangat terjangkau bagi masyarakat.
Di sisi lain, andil inflasi y-on-y di Konawe pada Juli 2026 utamanya didorong oleh kelompok Transportasi (andil 0,67 persen) dengan komoditas seperti bensin dan sepeda motor, serta kelompok Perlengkapan, Peralatan, dan Pemeliharaan Rutin Rumah Tangga (andil 0,34 persen). Secara bulanan (month-to-month/m-to-m), Konawe mengalami inflasi terkendali sebesar 0,54 persen dari Juni ke Juli 2026.
Pencapaian bersejarah ini membuktikan bahwa stabilitas ekonomi Kabupaten Konawe berada di jalur yang sangat tepat, menjadikannya salah satu daerah paling kondusif secara ekonomi di jazirah Sulawesi Tenggara.
Rilis berkas resmi yang dilampirkan oleh OPD terkait (PDF/DOC/ZIP).
Prestasi ini menempatkan Konawe jauh di bawah rata-rata inflasi tahunan Provinsi Sulawesi Tenggara yang berada di angka 3,43 persen, bahkan jauh lebih rendah dibandingkan dengan angka inflasi nasional sebesar 2,88 persen. Konawe berhasil mengungguli kota/kabupaten pantauan lainnya di Sultra seperti Kota Baubau (3,03 persen), Kota Kendari (3,82 persen), dan Kabupaten Kolaka yang mencatatkan inflasi tertinggi sebesar 4,57 persen.
Jika melihat tren sepanjang tahun 2026, stabilitas ekonomi di bawah kepemimpinan Bupati Konawe, H. Yusran Akbar, ST, menunjukkan performa yang luar biasa konsisten. Laju inflasi tahunan Konawe yang sempat menyentuh 3,79 persen pada Januari 2026 dan 3,57 persen pada Februari, berhasil ditekan secara konsisten hingga mencapai titik terendahnya di angka 1,49 persen pada Juli 2026.
Keberhasilan spektakuler ini tidak lepas dari konsistensi Pemkab Konawe dalam menerapkan kebijakan strategis yang menyentuh akar permasalahan inflasi di lapangan. Bupati Konawe, H. Yusran Akbar, ST, menyampaikan empat pilar strategi utama yang terbukti ampuh dalam menjaga stabilitas daya beli masyarakat:
Keberhasilan strategi Bupati Yusran dalam menjaga rantai pasok pangan tercermin nyata pada data BPS, di mana kelompok pengeluaran Makanan, Minuman, dan Tembakau justru mencatatkan deflasi tahunan (y-on-y) sebesar -0,65 persen dengan andil deflasi sebesar -0,29 persen pada Juli 2026. Hal ini membuktikan bahwa bahan pangan pokok di Konawe sangat melimpah dan harganya sangat terjangkau bagi masyarakat.
Di sisi lain, andil inflasi y-on-y di Konawe pada Juli 2026 utamanya didorong oleh kelompok Transportasi (andil 0,67 persen) dengan komoditas seperti bensin dan sepeda motor, serta kelompok Perlengkapan, Peralatan, dan Pemeliharaan Rutin Rumah Tangga (andil 0,34 persen). Secara bulanan (month-to-month/m-to-m), Konawe mengalami inflasi terkendali sebesar 0,54 persen dari Juni ke Juli 2026.
Pencapaian bersejarah ini membuktikan bahwa stabilitas ekonomi Kabupaten Konawe berada di jalur yang sangat tepat, menjadikannya salah satu daerah paling kondusif secara ekonomi di jazirah Sulawesi Tenggara.
Rilis berkas resmi yang dilampirkan oleh OPD terkait (PDF/DOC/ZIP).
#KegiatanKelurahan
#KelurahanAnggaberi
Lihat Semua Berita